"Kamu pernah berhenti sejenak dan berpikir nggak? Kalo suatu saat nanti kamu nggak akan berdiri lagi."
"Maksud kamu?"
"Sekarang kamu berdiri, berjalan, itu karena kamu hidup kan. Pernah mikir nggak, kalo suatu saat nanti kamu nggak akan hidup lagi?"
"Maksud kamu mati? Yah, aku tau sih aku bakal mati nantinya."
"Kapan?"
"Kalo udah waktunya."
"Kapan?"
"Ya mana aku tau! Itu kan rahasianya Tuhan."
"Aku bisa tanya Tuhan kapan kamu mati. Kamu mau tau?"
"... Kamu bilang apa sih?"
"Kamu mau tau?"
"Nggak."
"Kenapa?"
"Aku lebih milih nggak tau daripada tau."
"Buat apa kamu hidup?"
"Ngapain sih kamu nanya hal-hal yang kayak gini?"
"Buat apa kamu hidup?"
"Aku hidup, ya... Buat keluarga aku."
"Bukan buat kamu sendiri?"
"Apapun yang terbaik buat keluarga aku berarti yang terbaik buat aku."
"... Kayaknya aku mending mati sekarang deh."
"Lho! Kenapa?"
"Aku kan nggak punya keluarga."
"Hah. Terus kamu anggep aku ini apa?"
"... Oke, aku mati lain kali aja."
"Kapan?"
"Kalo kamu udah mati. Soalnya kalo kamu mati, aku jadi enggak punya keluarga. Kita matinya sama-sama aja biar kamu ada temen."
"... Uhh... O, oke. Kayaknya."
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Agustus 2009
Kamis, 06 November 2008
06112008, 11:07
Dia pergi. Sendiri. Iya, pergi, sendiri. Berjalan kaki. Sendiri. Pergi sendiri berjalan kaki.
Mau mati, katanya. Huh. Mau mati. Enak saja mau mati. Dia bilang mau mati? Iya, dia mau mati! Mau mati, katanya dia mau mati. Mati. Ya mati saja. Kalau mau mati, ya mati.
Jadi dia mati?
Tidak, tentu saja tidak. Dia pergi sendiri, berjalan kaki, bilang mau mati. Pergi, sendiri, jalan kaki, mau mati. Tidak mati. Pasti tidak mati.
Percaya atau tidak, dia akan kembali.
***
Coret-coret dne waktu pelajaran B. Indonesia. Haha abis bosen sih. xp
Mau mati, katanya. Huh. Mau mati. Enak saja mau mati. Dia bilang mau mati? Iya, dia mau mati! Mau mati, katanya dia mau mati. Mati. Ya mati saja. Kalau mau mati, ya mati.
Jadi dia mati?
Tidak, tentu saja tidak. Dia pergi sendiri, berjalan kaki, bilang mau mati. Pergi, sendiri, jalan kaki, mau mati. Tidak mati. Pasti tidak mati.
Percaya atau tidak, dia akan kembali.
***
Coret-coret dne waktu pelajaran B. Indonesia. Haha abis bosen sih. xp
Langganan:
Komentar (Atom)